Mulai langkanya bahan pengendali hama Methyl Bromide (MB) di pasaran membuat para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pengendali Hama Indonesia (ASPPHAMI ) Provinsi DKI Jakarta dilanda keresahan.

Menurut Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ASPPHAMI Provinsi DKI Jakarta, Mualif, langkanya bahan pengendali hama MB membuat para pengusaha tak bisa melaksanakan kegiatan usahanya. Ia menuturkan sejauh ini para pengusaha telah menghubungi pihak terkait, namun tidak mendapat respon memuaskan.

“Methyl Bromide telah menghilang di pasaran sejak lima bulan yang lalu. Bahan ini merupakan bahan yang digunakan untuk membasmi hama pada berbagai komoditi yang akan diekspor keluar negeri (fumigasi),” kata Mualif di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2013).

Mualif yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB DKI ini, kembali menekankan bahwa tidak adanya bahan tersebut membuat pengusaha tidak bisa menerima order, sehingga usahanya pun terhenti.

Dikatakannya, pihaknya sebenarnya telah berupaya menghubungi pihak terkait, seperti Kementerian Pertanian, namun tak kunjung mendapat respon. Hal ini, kata Mualif, membuat sejumlah pengusaha mulai frustasi. Maulif menjelaskan, akibat hilangnya Methyl Bromide di pasaran, ada sebagian pengusaha yang nekat menggunakan Methyl Bromide ilegal yang di dapat di pasar gelap.

Harganya pun jauh lebih mahal dari harga Methyl Bromide yang resmi. Jika biasanya Methyl Bromide resmi seharga Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta, maka Methyl Bromide ilegal harganya bisa mencapai Rp 9 juta.

“Mereka mengaku tak ada pilihan lain. Kalau mereka berhenti melakukan kegiatan, mereka tak akan bisa mempertahankan usahanya lagi. Jadi terpaksa mengambil jalan pintas,” bebernya.

Dijelaskannya, importir resmi juga seperti dipersulit dalam mengurus dokumen perizinan, karena birokrasi. DPD ASPPHAMI DKI Jakarta yang saat ini memiliki 120 anggota perusahaan dan 13 DPD seluruh Indonesia akan mengadukan masalah ini ke Kadin dan meminta pihak berwajib mengusut dugaan permainan import MB seperti kasus bawang.

“Pengusaha siap menyerahkan alat bukti tabung MB untuk diusut. Menurut informasi yang kami terima, MB tertahan di Bea Cukai,” tegasnya.

sumber : Tribunnews

Artikel Terkait:

Tags: , ,

Leave a Reply

*